Bahtera rumah tangga wajib dijalani dengan keihklasan setimpal dengan kodratnya tiap - tiap. tugas istri melayani si suami selaku kepala rumah tangga, dan juga tugas suami melindungi si istri bagaikan pasangan hidup. bagaikan seseorang imam dalam rumah tangga, seseorang suami wajib bertanggung jawab penuh atas seluruh kewajibannya buat keluarga, paling utama urusan nafkah keluarga. kemudian apa sajakah kedudukan yang wajib dicoba oleh suami istri supaya rumah tangga senantiasa harmonis? ikuti terus cerita didalam tulisan ini.
istri pasangan hidup
renungan buat para suami dan juga para istri. suatu obrolan seseorang anak pria dengan ibunya menimpa hakikat seseorang istri dan juga seseorang suami dalam rumah tangga. dimana yang dia ketahui tugas seseorang suami itu cumalah sebatas menafkahi istri aja.
di subuh yang dingin…ku dapati bunda sudah padat jadwal memasak di dapur.
“ibu masak apa? dapat ku bantu? ”
“ini masak gurame goreng. sama sambal tomat kesukaan bapak” sahutnya.
“alhamdulillah.. mantab tentu.. eh bu.. calon istriku kayaknya ia tidak dapat masak loh…”
“iya terus mengapa.. ? ” sahut bunda.
“ya tidak kenapa - kenapa sih bu.. cuma cerita aja, supaya bunda tidak kecewa, hehehe”
“apa kalian pikir kalau memasak, cuci, menyapu, mengurus rumah dan juga lain lain itu kewajiban perempuan? ”
saya memandang bunda dengan tidak mengerti.
baca pula >> seseorang bunda wajib dapat mengarahkan 8 perihal ini kepada anak pria mereka, share ayo..
kemudian dia melanjutkan, “ketahuilah nak, itu seluruh merupakan kewajiban lelaki. kewajiban kalian nanti bahwa sudah beristri. ” katanya sembari menyentil hidungku.
“lho, bukankah bunda tiap hari melaksanakannya? ”
saya masih tidak mengerti pula.
“kewajiban istri merupakan taat dan juga mencari ridho suami. ” kata bunda.
“karena bapakmu bisa jadi tidak dapat mengurusi rumah, hingga bunda bantu mengurusi seluruhnya. bukan atas nama kewajiban, namun bagaikan bentuk cinta dan juga pula bentuk istri yang mencari ridho suaminya”
aku kian bimbang bu.
“baik, anandaku sayang. ini ilmu buat kalian yang ingin menikah. ”
dia berputar memandang mataku.
“menurutmu, penafsiran nafkah itu serupa apa? bukankah kewajiban lelaki buat menafkahi istri? baik itu sandang, pangan, dan juga papan? ” tanya bunda.
“iya tentu aja bu.. ”
“pakaian yang bersih merupakan nafkah. sampai - sampai cuci merupakan kewajiban suami. santapan merupakan nafkah. hingga bahwa masih berbentuk beras, itu masih separuh nafkah. karna belum dapat di makan. sampai - sampai memasak merupakan kewajiban suami. kemudian mempersiapkan rumah tinggal merupakan kewajiban suami. sampai - sampai kebersihan rumah merupakan kewajiban suami. ”
mataku membelalak mendengar penjelasan bundaku yang pintar dan juga kebanggaanku ini.
“waaaaah.. hingga segitunya bu.. ? kemudian bila itu seluruh kewajiban suami. mengapa bunda senantiasa melaksanakan itu seluruhnya tanpa menuntut ayah sekalipun? ”
“karena bunda pula seseorang istri yang mencari ridho dari suaminya. bunda pula mencari pahala supaya selamat di akhirat situ. karna bunda menyayangi ayahmu, mana bisa jadi bunda tega menyuruh ayahmu melaksanakan seluruhnya. bila ayahmu berpunya bisa jadi pembantu dapat jadi pemecahan. tetapi bila belum terdapat, ini merupakan ladang pahala buat bunda. ”
saya cuma diam terpesona.
“pernah dengar cerita fatimah yang memohon pembantu kepada ayahandanya, nabi, karna tangannya lebam menumbuk tepung? tetapi nabi tidak memberinya. ataupun sempat dengar pula dikala umar bin khatab diomeli istrinya? umar diam aja karna dia ketahui betul kalau perempuan kecintaannya sudah melaksanakan tugas macam - macam yang sesungguhnya itu tidaklah tugas sang istri. ”
baca pula >> buat nangis! ! inilah obrolan allah dengan balita saat sebelum terlahir ke dunia, bantu share!
“iya buu…”
saya mulai mengerti,
“jadi pria sepanjang ini salah sangka ya bu, sepatutnya tiap lelaki berterimakasih pada istrinya. lebih sayang dan juga lebih menghormati jerih payah istri. ”
ibuku tersenyum.
“eh. pertanyaanku lagi bu, mengapa bunda senantiasa ingin melaksanakan seluruhnya sementara itu itu bukan kewajiban bunda? ”
menikah bukan cuma soal menuntut hak kita, nak. istri menuntut suami, ataupun kebalikannya. tetapi banyak perihal lain. merendahkan ego. melindungi keharmonisan. ingin sama mengalah. kerja sama. kasih sayang. cinta. dan juga persahabatan. menikah itu perlombaan buat berupaya melaksanakan yang tersadu satu sama lain. yang perempuan sebaik bisa jadi menolong suaminya. yang lelaki sebaik bisa jadi menolong istrinya. toh impiannya rumah tangga hingga surga”
“masyaallah…. eeh kalo calon istriku ketahui perihal ini kemudian ia jadi malas ngapa - ngapain, gimana bu? ”
“wanita beragama yang baik tentu ketahui kalau dia wajib mencari keridhoan suaminya. sampai - sampai tidak bisa jadi setega itu. lagi lelaki beragama yang baik tentu pula ketahui kalau istrinya telah banyak menolong. sampai - sampai tidak terdapat trik lain tidak hanya lebih mencintainya. ”
subhanallah…
mudah - mudahan yang kita dikasih jodoh yang baik oleh allah swt, sampai - sampai sanggup membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan juga warahmah, dan nanti dimasukkan ke dalam surga yang terindah. aamiin..
seperti itu tadi pembahasan pendek menimpa istri itu merupakan pasangan hidup, bukan pembantu. mudah - mudahan mampu menerangkan, spesialnya buat para suami, jadi silahkan share buat ladang pahala kita..
(sumber: http:// rumahmanfaat. com/wahai-suami-istri-itu-adalah-pendamping-hidup-bukan-pembantu/ )
istri pasangan hidup
renungan buat para suami dan juga para istri. suatu obrolan seseorang anak pria dengan ibunya menimpa hakikat seseorang istri dan juga seseorang suami dalam rumah tangga. dimana yang dia ketahui tugas seseorang suami itu cumalah sebatas menafkahi istri aja.
di subuh yang dingin…ku dapati bunda sudah padat jadwal memasak di dapur.
“ibu masak apa? dapat ku bantu? ”
“ini masak gurame goreng. sama sambal tomat kesukaan bapak” sahutnya.
“alhamdulillah.. mantab tentu.. eh bu.. calon istriku kayaknya ia tidak dapat masak loh…”
“iya terus mengapa.. ? ” sahut bunda.
“ya tidak kenapa - kenapa sih bu.. cuma cerita aja, supaya bunda tidak kecewa, hehehe”
“apa kalian pikir kalau memasak, cuci, menyapu, mengurus rumah dan juga lain lain itu kewajiban perempuan? ”
saya memandang bunda dengan tidak mengerti.
baca pula >> seseorang bunda wajib dapat mengarahkan 8 perihal ini kepada anak pria mereka, share ayo..
kemudian dia melanjutkan, “ketahuilah nak, itu seluruh merupakan kewajiban lelaki. kewajiban kalian nanti bahwa sudah beristri. ” katanya sembari menyentil hidungku.
“lho, bukankah bunda tiap hari melaksanakannya? ”
saya masih tidak mengerti pula.
“kewajiban istri merupakan taat dan juga mencari ridho suami. ” kata bunda.
“karena bapakmu bisa jadi tidak dapat mengurusi rumah, hingga bunda bantu mengurusi seluruhnya. bukan atas nama kewajiban, namun bagaikan bentuk cinta dan juga pula bentuk istri yang mencari ridho suaminya”
aku kian bimbang bu.
“baik, anandaku sayang. ini ilmu buat kalian yang ingin menikah. ”
dia berputar memandang mataku.
“menurutmu, penafsiran nafkah itu serupa apa? bukankah kewajiban lelaki buat menafkahi istri? baik itu sandang, pangan, dan juga papan? ” tanya bunda.
“iya tentu aja bu.. ”
“pakaian yang bersih merupakan nafkah. sampai - sampai cuci merupakan kewajiban suami. santapan merupakan nafkah. hingga bahwa masih berbentuk beras, itu masih separuh nafkah. karna belum dapat di makan. sampai - sampai memasak merupakan kewajiban suami. kemudian mempersiapkan rumah tinggal merupakan kewajiban suami. sampai - sampai kebersihan rumah merupakan kewajiban suami. ”
mataku membelalak mendengar penjelasan bundaku yang pintar dan juga kebanggaanku ini.
“waaaaah.. hingga segitunya bu.. ? kemudian bila itu seluruh kewajiban suami. mengapa bunda senantiasa melaksanakan itu seluruhnya tanpa menuntut ayah sekalipun? ”
“karena bunda pula seseorang istri yang mencari ridho dari suaminya. bunda pula mencari pahala supaya selamat di akhirat situ. karna bunda menyayangi ayahmu, mana bisa jadi bunda tega menyuruh ayahmu melaksanakan seluruhnya. bila ayahmu berpunya bisa jadi pembantu dapat jadi pemecahan. tetapi bila belum terdapat, ini merupakan ladang pahala buat bunda. ”
saya cuma diam terpesona.
“pernah dengar cerita fatimah yang memohon pembantu kepada ayahandanya, nabi, karna tangannya lebam menumbuk tepung? tetapi nabi tidak memberinya. ataupun sempat dengar pula dikala umar bin khatab diomeli istrinya? umar diam aja karna dia ketahui betul kalau perempuan kecintaannya sudah melaksanakan tugas macam - macam yang sesungguhnya itu tidaklah tugas sang istri. ”
baca pula >> buat nangis! ! inilah obrolan allah dengan balita saat sebelum terlahir ke dunia, bantu share!
“iya buu…”
saya mulai mengerti,
“jadi pria sepanjang ini salah sangka ya bu, sepatutnya tiap lelaki berterimakasih pada istrinya. lebih sayang dan juga lebih menghormati jerih payah istri. ”
ibuku tersenyum.
“eh. pertanyaanku lagi bu, mengapa bunda senantiasa ingin melaksanakan seluruhnya sementara itu itu bukan kewajiban bunda? ”
menikah bukan cuma soal menuntut hak kita, nak. istri menuntut suami, ataupun kebalikannya. tetapi banyak perihal lain. merendahkan ego. melindungi keharmonisan. ingin sama mengalah. kerja sama. kasih sayang. cinta. dan juga persahabatan. menikah itu perlombaan buat berupaya melaksanakan yang tersadu satu sama lain. yang perempuan sebaik bisa jadi menolong suaminya. yang lelaki sebaik bisa jadi menolong istrinya. toh impiannya rumah tangga hingga surga”
“masyaallah…. eeh kalo calon istriku ketahui perihal ini kemudian ia jadi malas ngapa - ngapain, gimana bu? ”
“wanita beragama yang baik tentu ketahui kalau dia wajib mencari keridhoan suaminya. sampai - sampai tidak bisa jadi setega itu. lagi lelaki beragama yang baik tentu pula ketahui kalau istrinya telah banyak menolong. sampai - sampai tidak terdapat trik lain tidak hanya lebih mencintainya. ”
subhanallah…
mudah - mudahan yang kita dikasih jodoh yang baik oleh allah swt, sampai - sampai sanggup membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan juga warahmah, dan nanti dimasukkan ke dalam surga yang terindah. aamiin..
seperti itu tadi pembahasan pendek menimpa istri itu merupakan pasangan hidup, bukan pembantu. mudah - mudahan mampu menerangkan, spesialnya buat para suami, jadi silahkan share buat ladang pahala kita..
(sumber: http:// rumahmanfaat. com/wahai-suami-istri-itu-adalah-pendamping-hidup-bukan-pembantu/ )